Milan Bantai Sassuolo, Karir Seedorf Tetap Goyang

Jabatan Clarence Seedorf tetap saja tidak dalam keadaan baik, meskipun sudah memberikan kemenangan dari laga melawan Sassuolo.

Penampilan Ac Milan sungguh membuat suatu keburukkan yang jelas bahwa sang pelatih tidak bisa di andalkan untuk terus tangani klub Rossoneri. Liga Player. Jadi untuk itu kini banyak sekali rumor yang menyebar bahwa AC Milan tetap saja akan berikan waktu untuk Clarence Seedorf selesaikan musim ini, dan tidak berarti untuk musim depan terus di arahkan oleh pelatih kelahiran negara Italia itu. Meskipun Clarence Seedorf sudah memberikan banyak kepada Rossoneri ketika dirinya menjadi seorang pemain, tetapi kini dia sudah gagal untuk di berikan peluang untuk bersama AC Milan. Jadi dengan begitu kemenangan yang baru saja didapatkannya itu tidak berarti untuk amankan posisi Clarence Seedorf menjadi manajer utama Rossoneri di musim depan.

Clarence Seedorf dalam langkah musim ini benar-benar di patokkan dengan hasil yang tidak memuaskan. Liga Player. Laga yang di akhiri dengan kemenangan hanya sedikit demi sedikit, tapi dari pepatah yang menyatakan bahwa sedikit demi sedikit bisa menjadi bukit, tetapi AC Milan menghasilkan sedikit demi sedikit semakin tiada. Jadi untuk itu Clarence Seedorf tidak layak untuk menjadi pengganti Massimiliano Allegri yang tepat. Dari itu Clarence Seedorf juga harus siap-siap apabila AC Milan di musim depan benar-benar mendepaknya keluar dari San Siro.

Sebelum musim ini berakhir, pihak klub sudah banyak mendaftarkan nama pelatih-pelatih yang bisa di rekut untuk musim depan. Liga Player. Jadi untuk kesempatan Clarence Seedorf bertahan di San Siro sangat minim dan bahkan tidak mungkin terjadi lagi untuk bisa terapkan bahwa AC Milan inginkan gunakan jasa Clarence Seedorf yang tidak punya kemampuan untuk bangkitkan Rossoneri.

Kemenangan dari Sassuolo yang di tunjukan di hadapan para pendukung setia Rossoneri pada akhirnya juga tidak bisa membantu. Sassuolo di habiskan oleh klub Merah Hitam di San Siro. Laga awal yang diaminkan, Clarence Seedorf membawa anak didiknya manis dengan unggul 2-0. Tapi masuk di babak kedua hampir kemenangan yang didepan mata itu menjadi harapan palsu. Jadi untuk itu Clarence Seedorf tidak punya tiang untuk bertahan di San Siro. (JF)